Kamis, 23 Januari 2014


Tari Upacara(Tari Merak)

Tari Merak merupakan tarian kreasi baru dari daerah Pasundan, Jawa Barat. Tarian ini diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri, seorang koreografer tari Sunda pada tahun 1950-an. Pada tahun 1965, tarian ini kembali diperkenalkan dengan kreasi gerak baru oleh Irawati Urban, seorang wanita pecinta seni tari yang berasal dari daerah Bandung, Jawa Barat. Di daerah Pasundan, tari Merak seringkali dimainkan ketika menyambut kedatangan tamu kehormatan dalam sebuah acara. Dalam sebuah pesta pernikahan adat Sunda, Tari Merak seringkali menjadi tari menyambut kehadiran pengantin lelaki yang hendak berjalan menuju pelaminan.


Sejarah

Sejarah Tari Merak sebenarnya berasal dari bumi Pasundan ketika pada tahun 1950an seorang kareografer bernama Raden Tjetjep Somantri menciptakan gerakan Tari Merak. Sesuai dengan namanya Sejarah Tari Merak Jawa Barat merupakan implentasi dari kehidupan burung Merak. Utamanya tingkah merak jantan ketika ingin memikat merak  betina. Gerakan merak jantan yang memamerkan keindahan bulu ekornya ketika ingin menarik perhatian merak betina tergambar jelas dalam Tari Merak. Kostum yang dipakai oleh penari dalam menampilkan Sejarah Tari Merak Jawa Barat. Warna kostum yang dipakai oleh para penari biasanya sesuai dengan corak bulu burung merak. Selain itu, kostum penari juga dilengkapi dengan sepasang sayap yang mengimpletasikan bentuk dari bulu merak jantan yang sedang dikembangkan. Dalam Sejarah Tari Merak Jawa Barat telah mengalami perubahan dari gerakan yang diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri dengan adanya perubahan kareografi yang dibuat oleh Dra. Irawati Durban Arjon. Sejarah Tari Merak tidak hanya sampai disitu karena pada tahun 1985 gerakan Tari Merak kembali direvisi. Dalam pertunjukannya Sejarah Tari Merak Jawa Barat biasanya ditampilkan secara berpasangan dengan masing – masing penari memerankan sebagai merak jantan atau betina. Dengan iringan lagu gending Macan Ucul para penari mulai menggerakan tubuhnya dengan gemulai layaknya gerakan merak jantan yang sedang tebar pesona. Gerakan merak yang anggun dan mempesona tergambar dari gerakan Tari Merak yang penuh keceriaan dan keanggunan.

Gerakan
Penari Merak memainkan gerak yang menggambarkan keanggunan, keindahan serta kelincahan seekor burung Merak. Gerakan lemah gemulai dari sang penari Merak menjadi ciri khas tersendiri dari pertunjukan tari Merak. Sesekali, mereka menampilkan gerakan layaknya seekor burung yang sedang melompat. Gerakan tari Merak semakin terkesan mempesona ketika penari Merak menari sambil membentang sepasang sayap yang penuh warna.
Kostum
Busana penari Merak memakai pakaian yang jenis dan motivnya dibuat mirip dengan bulu burung Merak. Manakala meniru Merak India (Pavo cristatus), motiv warnanya didominasi biru. Bila suka warna hijau, itu terinspirasi oleh burung Merak jenis Pavo muticus. Atau warna lain untuk menyamakan dengan jenis Merak Kongo yang didominasi warna kuning, dan juga warna putih mirip burung Merak dari China. Dengan aksen khas burung merak dan ciri khas yang paling dominan adalah sayapnya dipenuhi dengan payet yang bisa dibentangkan oleh sang penari dengan satu  gerakan yang anggun menambah indah pesona 
 tarian ini sayapnyayang melukiskan sayap atau ekor merak yang sedang dikembangkan., serta mahkota yang berhiaskan kepala burung merak  yang disebut singer.

Keunikan

Gerakan dari tarian merak menggambarkan keceriaan dan keanggunan dari burung merak itu sendiri. Gerakannya terlihat sangat mewah dan mempesona karena kostum yang menawan nan indah dengan  selendang yang bila di tarik menyerupai sayap burung mencerminkan kecantikan burung merak. Belum lagi mahkota yang berhiaskan kepala burung merak yang disebut singer dan akan bergoyang setiap penari menggerakkan kepalanya.

Iringan Tari
 Tarian ini biasanya ditarikan berbarengan, biasanya tiga penari atau bisa juga lebih yang masing-masing memiliki fungsi sebagaiwanita dan laki-lakinya.[2] Iringan lagu gendingnya yaitu lagu Macan Ucul biasanya.

Sifat
Keanggunan, keindahan serta lemah gemulai penari yang mencerminkan keindahan dari burung merak. Tarian ini biasanya ditarikan secara berkelompok oleh wanita.



Tari Hiburan(Tari Zapin)

Salah satu bentuk tarian pergaulan masyarakat Melayu yang masih utuh dan popular dewasa ini ialah tari zapin. Dari perspektif sejarah perkembangannya tarian zapin telah menular luas di kalangan penggemar senitari di Malaysia ini telah mengalami pengubahsuaian dari segi bentuk dan ragamnya yang ternyata lebih tradisional sifatnya. Namun demikian banyak antara genre zapin tradisional ini tersebar hanya ke daerah-daerah tertentu sahaja dan salah satu daripada genre zapin tradisional yang dinamik dan anggun dikatakan masih terdapat di negeri Johor.
Pengenalan
Perkataan Zapin berasal dari kata al-zaffan, yaitu gerak kaki. Zapin berkembang dan menghasilkan dua pola tarian yang berbeza iaitu Zapin Arab yang pola gerakannya berbentuk zig-zag dan Zapin Melayu berbentuk huruf “alif” (lurus) .


Sejarah
Zapin adalah berasal dari Yaman Selatan (Hadramaut) merupakan sejenis irama atau rentak dalam seni muzik tradisional. Zapin juga adalah sejenis tarian rakyat orang
Arab. Pada abad ke 13 tarian ini masuk ke kepulauan Riau yang dibawa oleh pedagang- pedagang Arab. Sewaktu orang Arab datang ke kawasan Asia Tenggara,mereka turut membawa kebudayaan Arab termasuk seni muzik dan tarian.
Ia menjadi terus tersebar pada abad ke 15 terutamanya oleh pendakwah-pendakwah Islam dari negara Arab dan Zapin Melayu telah menjadi lebih nyata sebagai satu permainan anak muda dan golongan tua di zaman kesultanan Melayu Johor Lama dan Kesultanan Johor-Riau-Lingga terutamanya setelah Melaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511.


 Jenis Tarian Zapin     
      1.Zapin Melayu
 Zapin Melayu umumnya ditarikan oleh orang-orang Melayu yang diadaptasikan dari unsur-unsur Zapin Arab. Gerak tari dalam Zapin Melayu lebih halus dan santun dengan hayunan tangan yang lebih kecil atau sempit, langkah kaki yang tidak terlalu luas dan tinggi serta hinjutankaki yang lembut  Lagu-lagu Zapin Melayu berasaskan syair-syair atau pantun-pantun Melayu.
    2. Zapin Arab
 Zapin Arab ditarikan oleh masyarakat keturunan Arab. Gerak tari Zapin Arab adalah gagah dengan langkah dan lenggangan yang lebih luas,hayunan tangan yang tinggi dan hinjutan kaki yang keras. Zapin Arab menggunakan lagu-lagu Arab.
                           
                                        



Busana Zapin
Bunga yang dililit pada sebelah kiri sanggol menandakan pemakainya masih belum berpunya berbanding dengan lilitan yang dibuat pada sebelah kanan sanggol yang menandakan bahawa pemakainya sudah berstatus sebagai wanita yang sudah berumah tangga.
Bagi kaum wanita pula kancing yang diperbuat daripada emas, perak atau suasa diikat dengan batu Intan dan disebut sebagai Garam Sebuku atau Kunang Sekebun.Buat masa ini busana tersebut boleh sahaja digantikan dengan kancing-kancing biasa yang banyak terdapat dijual di pasar.
 Penari Zapin wanita juga kadangkalanya memakai aksesori tambahan yang pernah dipakai untuk dipadankan dengan busana Baju Kurung Teluk Belanga seperti seutas rantai emas yang sederhana panjang yang disebut sebagai Rantai Belati, sepasang anting-anting telekap yang dipanggil Anting-Anting Kopi dan gelang tangan yang membelit yang dikenali sebagai Gelang Berderai.
Daftar Pustaka



 Thanks For Watch,
and don't forget to comment.


                     



1 komentar: